MenyelingkuhiNya karena tak sengaja (?)
Semua pasangan di dunia ini tentu menginginkan kedekahan dengan pasangannya. Agar bisa selalu dekat, memberi kabar, melihat wajahnya setiap hari sehingga ketika rindu datang tidak perlu merasakan sakit karena harus menunggu untuk bertemu. Dengan jarak yang dekat, komitmen yang erat, peluang selingkuh pun tak akan pernah mencuat.
Begitu pula jika kita selalu dekat dengan rumah Tuhan. Bersimpuh, berdoa, berkirim salam bisa dengan mudah kita lakukan. Lalu apakabar jika kita jauh dariNya? Terlebih lagi Dia tak berupa. MengingatNya pun hanya kadang kala. Datang kepadaNya hanya sementara dan pergi begitu saja. Lupa menyapa, memanjatkan doa, atau bahkan kita sudah menyelingkuhiNya?
Tuhan berpuasa. Ia menahan murka. Terbukti walau kita tak menghadapNya, janjiNya terlaksana untuk tetap menerbitkan matahari untuk kita.
Padahal bukan hanya manusia yang merasa terdzalimi saat dia diselingkuhi. Dia (begitu) murka saat kita tidak mengabari, karena Tuhan juga butuh dikabari.