Menulis perasaan liar yang datang disetiap sudut hati.
Mendayu, menikmati alunan nada-nada cinta.
Bersamamu, mimpiku hidup.
Kini ku berkarya di seluruh nafasku.
Tanpa ku sadari angin menyusup di sela-sela jemariku.
Menyapu rangkaian pasir mimpi-mimpiku untukmu.
Aku terpuruk, meratapi kejamnya angin pada butiran mimpiku.
Berlari kesana kemari mencari jawaban,
Semu…..
Mencoba mendekat dan perlahan menyentuhnya.
Ternyata angin itu adalah masa lalu, ya. Ma-sa-la-lu-mu.
Meronta disetiap perih tanpa tahu apa pilihanku.
Tenggelam dalam bimbang.
Kini ku berdiri di kaki senja.
Berjuang untuk mimpi kita atau membiarkanmu terbang bersamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar