Senin, 20 Oktober 2014

Cinta? (Baca: Cinta dan Tanya)

Dentingan nada-nada minor mengalun bebas dalam dekapan alam. Membuatku semakin terdiam dan meringkuh rapuh karena kegetiran sebuah hati yang naif. Aku sendiri tak benar-benar mengerti apa arti dari sebuah perasaan, apalagi mengenai cinta. Rasa ini begitu indah tapi sayangnya selalu menggelisahkan hati yang sulit percaya akan kekuatan jiwanya. Layaknya biola yang akan melahirkan nada-nada merdu dari dawainya. Pun dengan cinta, yang akan membahagiakan umat manusia dengan anugrahnya. Ini hal fana yang paling disukai manusia. Dan salah satunya adalah diriku terhadapnya.
Untuk apa menjadi kaya jika cinta itu sederhana. Hanya dengan tahu kabarnya sudah bisa membuat  bahagia?
Untuk apa menguasai dunia, jika cinta itu sederhana. Dengan bisa berbagi bersama mereka sudah bisa membuat tertawa dan lega?
Entah rasa apa yang harus kupertahankan untuk sosoknya. Cinta, sayang, kejujuran, ketulusan, atau rasa percaya? Sayangnya semua itu sering kali membuatku menderita. Membuatku mengais-ais iba untuk diri dan jiwa kelanaku. Apa ini balasan yang didapat seorang pecinta?
Pecinta seharusnya selalu dipuja bukannya dicerca. Malang! Malang sekali nasib seorang pecinta. Seperti kisah Majnun, pecinta Arab yang menderita jiwanya karena kefanaan. Dirinya dibuat menderita dan gila.

Aku hanya ingin tua dengan cinta. Menghabiskan masa muda dengan berkelana bersamanya, cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follower

Follower